Kamis, 29 Oktober 2015

Meliputi dan Diliputi dalam Kehadiran Yang Menghadirkan Kesadarannya Utuh (2)

Supported By
Tri Bawana Langgeng dan Bamboo Spirit Nusantara

oleh Kirso Cahyo Sumirat

PERAN HIDUP DALAM KEHIDUPAN HIDUP-NYA
Manusia Sastra Budaya Canggih

Leader of Humanity in the World
(King of The King)


SALING MELENGKAPI
Lihat melihat (mengawasi)
Dengar mendengar (menyaksikan)
Bahu membahu (menyegarkan)
Ucap mengucapkan (menyampaikan)
Rasa merasakan (menikmatI)

Beri memberi (berbagi)
Jalan menjalankan (mewujudkan)
Kerja mengerjakan (kebersamaan)
Bagi membagikan (menyamakan)
Sayang menyayangi (mengasihani)
Cinta mencintai (memperhatikan)

TRILOKA SEBAGAI SUMBER MISTERI DAYA ILLAHI

Sumber dari Sumber Hidup Manusia Sastra Budaya Canggih



DILIPUTI dan MELIPUTI
(Berputar dan Mengelilingi)
URIP.

1. Yang terlihat, dialah yang tersembunyi
2. Yang tersembunyi, dialah yang bersembunyi
3. Yang bersembunyi, dialah yang membuatnya
4. Yang membuatnya, dialah yang menciptakan
5. Yang menciptakan, dialah yang menghidupi
6. Yang menghidupi, dialah yang mencukupi
7. Yang mencukupi, dialah yang menyediakan
8. Yang menyediakan, dialah yang memberi
9. Yang memberi, dialah yang penyayang
10. Yang penyayang, dialah yang pengasih
11. Yang pengasih, dialah yang menghidupi
12. Yang menghidupi, dialah yang menyinari
13. Yang menyinari, dialah yang menerangi
14. Yang menerangi, dialah yang bercahaya
15. Yang bercahaya, dialah yang suci
16. Yang suci, dialah yang memiliki
17. Yang memiliki, dialah yang hidup
18. Yang hidup, dialah yang abadi
19. Yang abadi, dialah yang tak berdimensi.........
20. Yang tak berdimensi, dialah yang awal tiada berakhir.

Meliputi dan Diliputi dalam Kehadiran Yang Menghadirkan Kesadarannya Utuh (1)

Supported By
Tri Bawana Langgeng dan Bamboo Spirit Nusantara

oleh Kirso Cahyo Sumirat

GERAKAN PENYATUAN UNSUR HIDUP
Sebagai Usaha Turut Serta Menata Kehidupan 
Sebagai Wujud Gusti Manunggaling Kawula lan Kawula Manunggaling Gusti. Demi terwujudnya keselarasan, kesinergisan, kedamaian, ketentraman Alam beserta isinya. Dimulai pukul 17.00 WIB. ‪#‎Nuswantara‬ Jawa Binangun.



SAKSI HIDUP YANG ABADI
Hidupnya Saksi menjadi Saksi Hidup
1. Hidup menjadi saksi dalam hidupnya sendiri
2. Sejatinya tidak ada Tuhan selain Hidup itu sendiri
3. Hidup menjadi saksi bahwa Muhammad utusan Hidup 
4. Sejatinya yang disebut Allah, ya badan Hidupku sendiri
5. Rasul rasa Hidup
6. Muhammad itu cahaya hidup
7. Ya Yang Maha Hidup
8. Yang tidak akan mati
9. Yang sadar tidak melupakan
10. Yang abadi tidak berubah
11. Yang bersabda, berkuasa, berwenang serta Maha Bijaksana
12. Yang sempurna, terang cahayanya
13. Tidak ada wujud selain Hidup itu sendiri
14. Hanya Hidup yang menguasai semua alam
15. Melalui segala perwujudan yang nyata dalam hidup ini.


PERANAN MISTERI DAYA HIDUP PERIADA
Dalam Kinerja Jemari

Maka Menjadi Wajarlah Semua Ini 
Menggenapi dan Meliputi Diliputi 70 Tahun InDONEsia EMAS
Merdeka dan Mahardika Tak Dualitas

Kamardhikan Wujud Sempurnanya Kodrat
1) Tidak ada Salah, yang ada keliru.
2) Tidak ada keliru, yang ada bodoh
3) Tidak ada bodoh, yang ada malas

4) Tidak ada malas, yang ada mengabaikan
5) Tidak ada mengabaikan, yang ada semaunya
6) Tidak ada semaunya, yang ada kebebasan
7) TIdak ada kebebasan, yang ada kemerdekaan
8) Tidak ada kemerdekaan, yang ada kamardhikan

Rabu, 28 Oktober 2015

Who We Are Baca Ka We RUH An : Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Ruh Kebijaksanaan (2)


Redesign The World With Bamboo

Ruh Kebijaksanaan Kekuatannya meluas ke seluruh dunia dan segala sesuatu diaturnya dengan baik.
Rakyat Yang Dipimpin dan Mencintai Ruh Kebijaksanaan
2Aku mencintai kebijaksanaan dan mencarinya sejak masa mudaku. Kucintai keindahannya dan ingin menjadikannya mempelaiku. 3Kebijaksanaan membanggakan asal usulnya yang mulia kerana bergaul dengan Allah, dan dikasihi Tuhan yang menguasai segala-galanya.
4Kebijaksanaan tahu akan rahsia-rahsia Allah dan ikut menentukan setiap karya Tuhan.
5Setiap orang ingin mengumpulkan kekayaan dalam hidupnya. Tetapi tidak ada yang lebih berharga daripada kebijaksanaan yang mengerjakan segala sesuatu.6Kepintaran kita sangat berguna. Tetapi tidak ada yang lebih unggul daripada kebijaksanaan yang membentuk segala yang ada. 7Jika seseorang mencintai keadilan, maka semua kebajikan itu hasil kebijaksanaan, yakni: keadilan dan keberanian, penguasaan diri dan pengertian. Itulah yang paling berguna dalam hidup ini. 8Orang yang menginginkan pengalaman yang banyak dapat memperolehnya, oleh sebab kebijaksanaan tahu akan yang dahulu dan menduga yang akan datang, mentafsirkan perkataan orang dan memecahkan persoalan, mengetahui keajaiban-keajaiban yang akan dilakukan Allah, dan bagaimana sejarah akan berkembang.
9Oleh itu aku memutuskan untuk menjadikannya teman hidupku, kerana aku tahu bahawa kebijaksanaan akan menasihati dan menghibur aku dalam kesengsaraan dan kesusahan. 10Berkat kebijaksanaan, aku akan dihormati oleh rakyat dan dihargai di kalangan orang tua-tua walaupun aku masih muda. 11Akan nyata betapa tajamnya fikiranku dalam memberikan keputusan, dan aku akan dikagumi oleh para pembesar. 12Kalau aku diam, mereka akan menunggu; kalau aku bercakap, mereka akan mendengarkannya. Bahkan kalau aku bercakap berkepanjangan, mereka akan mendengarkannya dengan kagum. 13Kerana berkat kebijaksanaan, aku akan mendapat kehidupan kekal; aku akan diingat selama-lamanya oleh mereka yang menyusul aku. 14Aku akan memerintah bangsa-bangsa, dan mereka akan takluk kepadaku. 15Penindas-penindas yang menakutkan akan gementar apabila mendengar perihal aku. Aku akan terkenal sebagai raja yang baik dan pejuang yang gagah berani. 16Apabila aku pulang, kebijaksanaan akan memberi ketenteraman kepadaku, oleh sebab hidup bersama-samanya tidak mengenal kepahitan atau kesedihan, melainkan kegembiraan dan kebahagiaan. 17Semua itu kufikirkan dan kurenungkan. Hidup akrab dengan kebijaksanaan bererti memiliki kehidupan kekal.18Mencintainya memberi kebahagiaan sejati, dan melakukan pekerjaannya membuat orang kaya raya. Bergaul dengannya memberi pengertian, dan bercakap dengannya menjadikan orang terhormat. Maka aku bertekad menjadikannya teman hidupku. 19Memang sejak kecil tubuhku sempurna dan jiwaku baik. 20Atau lebih tepat, kerana aku baik, aku lahir dengan tubuh yang sihat.21Tetapi aku sedar bahawa aku tidak dapat memiliki kebijaksanaan kalau tidak dianugerahkan Tuhan kepadaku. Mengetahui siapa yang menganugerahkan kebijaksanaan, itu pun tanda pengertian. Maka aku berdoa dan mohon kepada Tuhan dengan sepenuh hati:

Materi Kehadiran Ruh Kebijaksanaan dalam Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Nya, Menjadi 


JAWA HIDUP 
Jawa adalah Jagad Wahyu dan Jagat Wahyu Itu Sendiri
adalah Ruh Kebijaksanaan Itu Sendiri

Ada Suatu Metode (Cara)
Yang Tetap Tidak Berubah (Hukum Kodrat)
Untuk Membentuk Manusia Sejati (Fungsi)
Hidup Selama-lamanya (Wujud)







Who We Are Baca Ka We RUH An : Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Ruh Kebijaksanaan (1)


Seperti orang lain aku pun manusia yang fana, keturunan orang pertama yang dibentuk daripada tanah. Aku dikandung daripada benih seorang lelaki dalam nikmat hubungan suami isteri. Sembilan bulan tubuhku dibentuk dalam darah rahim ibuku. 3Aku lahir seperti manusia biasa dan menghirup udara yang sama dengan udara yang dihirup oleh semua manusia. Seperti setiap orang, suara pertama yang kuperdengarkan adalah suara tangisan.4Aku dibedung dengan kain dan dipelihara dengan kasih sayang. 5Tidak ada raja yang mempunyai permulaan hidup yang berbeza, 6oleh sebab jalan masuk dan keluar kehidupan adalah satu dan sama bagi semua orang.
Rakyat Yang Dipimpin dan Mencintai Ruh Kebijaksanaan
Kang Kirso Cahyo Sumirat :
JAWA HIDUP


JAWA definisi Operasional dan Aplikatifnya adalah JAGAD Wahyu dan JAGAT WAHYU itu sendiri.
Ada Suatu Metode (Cara)
Yang Tetap Tidak Berubah (Hukum Kodrat)
Untuk Membentuk Manusia Sejati (Fungsi)
Hidup Selama-lamanya (Wujud)
7Maka aku berdoa dan diberi pengertian; aku mohon dan roh kebijaksanaan dicurahkan ke dalam hatiku. 8Aku lebih menghargainya daripada takhta dan mahkota. Dibandingkan dengan kebijaksanaan, harta kuanggap tidak bernilai. 9Permata yang mahal tidak dapat disamakan dengannya; di hadapannya semua emas di dunia hanya segenggam pasir, dan perak hanya lumpur. 10Aku menganggapnya lebih berharga daripada kesihatan dan rupa yang tampan. Aku lebih menyukainya daripada segala cahaya, kerana terang kebijaksanaan tidak pernah pudar.
11Bersama kebijaksanaan kuperoleh segala harta; kebijaksanaan mendatangkan kekayaan berlimpah bagiku.12Dengan gembira kuterima semua itu kerana kebijaksanaanlah yang mengaturnya. Tetapi aku belum sedar bahawa semua itu berasal daripadanya. 13Dengan tulus ikhlas aku belajar daripadanya, dan dengan rela aku membahagi-bahagikannya, dan kekayaannya tidak kusembunyikan. 14Kebijaksanaan ialah harta yang tidak ada habisnya. Orang yang menggunakannya menjadi sahabat Allah, oleh sebab Allah berkenan kepada hasil kebijaksanaan. 15Semoga Allah membolehkan aku bercakap dengan pengertian, dan fikiranku sesuai dengan pemberian-Nya kepadaku, kerana Allah sendiri menuntun orang bijaksana dan menegur kesalahan mereka, 16oleh sebab kita dengan seluruh fikiran, perkataan, dan kecekapan kita ada di bawah kuasa-Nya. 17Dia sendiri memberi aku pengertian yang tepat tentang susunan alam dan segala kekuatannya, 18tentang awal, pertengahan, dan akhir zaman, tentang gerakan matahari dan musim yang silih berganti, 19tentang pusingan tahun dan tempat bintang-bintang, 20tentang sifat binatang dan naluri binatang buas, tentang kekuatan angin dan daya fikir manusia, tentang bermacam-macam tanaman dan khasiat akarnya. 21Aku mempelajari hal-hal yang sudah diketahui mahupun yang masih tersembunyi kerana diajar oleh kebijaksanaan yang membentuk segala sesuatu.
Sifat RUH Kebijaksanaan
22Roh kebijaksanaan itu arif dan suci; dia tunggal tetapi banyak caranya dia menyatakan diri. Dia halus dan bergerak dengan bebas, jelas, bersih, terang, dan tidak dapat dirosak. Dia cerdas dan suka akan kebaikan. 23Dia tidak terkalahkan, dia murah hati dan sayang kepada manusia. Dia boleh diharap, mantap, dan tidak kenal susah. Dia mengawasi dan menguasai segala-galanya serta menyelami semua roh arif dan murni, bahkan yang paling halus. 24Kebijaksanaan lebih mudah bergerak daripada segala gerakan; kerana bersih, dia menembus segala sesuatu. 25Kebijaksanaan ialah nafas kekuatan Allah, pancaran murni daripada kemuliaan Yang Maha Kuasa. Maka tiada sesuatu pun yang bernoda dapat menyusup ke dalamnya, 26oleh sebab kebijaksanaan adalah pantulan cahaya abadi dan cermin sempurna bagi kegiatan dan kebaikan Allah. 27Meskipun sendirian, kebijaksanaan mampu melakukan segalanya. Walaupun kebijaksanaan sendiri tidak berubah, kebijaksanaan membaharui semuanya. Turun-temurun kebijaksanaan masuk ke dalam jiwa murni yang satu menuju jiwa murni yang lainnya dan menjadikan mereka nabi dan sahabat Allah. 28Tidak ada orang yang lebih dikasihi Tuhan daripada orang yang hidupnya diresapi kebijaksanaan,29kerana kebijaksanaan lebih indah daripada matahari dan susunan bintang-bintang. Kebijaksanaan lebih baik daripada terang siang, 30oleh sebab siang berganti malam, tetapi kebijaksanaan tidak dapat dikuasai oleh kejahatan.

Menuju Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015


Oleh Kang Kirso Cahyo Sumirat, Kakung Bawana, Bisowarno Jawa Timur

Kakung Tribawana rahayu nakmas momentum sumpah "ada 3 btir" yg mrpkn pengakuan/penyaksian/panunggalan 3 elemen sosologi budaya, geologi &geografi, sastra budaya yg bernuansa religiositas ini lebih membahana pda setiap anak bangsa tercinta republik kesatuan indonesia raya.

Bisowarno Jawatimur Kakung Tribawana : Tingkatkan sinergi bio power energi "pancer walining jagad" pd ttik koordinat 7"-8° lntang selatan 110°bjur brt-115°bjur tim.

Kakung Tribawana rahayu brgkat dri jiwa&semangat sumpah pemuda 28 08 1928 bila kita renungkan ktika itu "belum ada yg namanya NKRI, dan bru pd 17 08 1945 proklamasi" betapa dahsyatnya kekuatan mistery daya hidup sumpah pemuda yg sanggup mengejawantahkan "satu negara besar NKRI" dgn semangat &jiwa religiositas MERDEKA.

Kakung Tribawana inilah pentingnya kita semua segenap warga putra persada nuswantara tetap tegug memelihara serta meaktualisasi jiwa & semangat "NASIONALISME" Cinta thd Bahasa Bangsa Negara Republik Kesatuan Indonesia.

Menuju Merdeka dan Mahardika Tak Dualitas

Menggenapi Meliputi dan Diliputi...

Kamardhikan Wujud Sempurnanya Kodrat
1) Tidak ada Salah, yang ada keliru.
2) Tidak ada keliru, yang ada bodoh
3) Tidak ada bodoh, yang ada malas
4) Tidak ada malas, yang ada mengabaikan
5) Tidak ada mengabaikan, yang ada semaunya
6) Tidak ada semaunya, yang ada kebebasan
7) TIdak ada kebebasan, yang ada kemerdekaan
8) Tidak ada kemerdekaan, yang ada kamardhikan

Kakung Tribawana kamardhikan setiap putra persada nuswantara yg snantiasa menyadari/memahami/jatidiri "mental and caracter building" sbgmana nakmas harapkan/maksudkan penting kiranya mengambil contoh "gelora semangat sumpah pemuda" yg menggelora selama 17 tahun sbelum wujut merdeka menjadi mardika dlm kamardhikan.,lanjut....!

Kirso Cahyo Sumirat 17 tahun sebelum..., menitik menitis membatik pada 17-08-1945 hingga membahana mengejawantah pada semestanya 70 tahun.....

Bisowarno Jawatimur Kirso Cahyo Sumirat : SALING MELENGKAPI
Lihat melihat (mengawasi)
Dengar mendengar (menyaksikan)

Bahu membahu (menyegarkan)
Ucap mengucapkan (menyampaikan)
Rasa merasakan (menikmatI)
Beri memberi (berbagi)
Jalan menjalankan (mewujudkan)
Kerja mengerjakan (kebersamaan)
Bagi membagikan (menyamakan)
Sayang menyayangi (mengasihani)
Cinta mencintai (memperhatikan)