KARENA SUATU BAHASA PENGANTAR
Kata KARENA, artinya PENYEBAB (faktor yang mempengaruhi), juga berarti LANTARAN (Pihak yang menelantarkan/ pemberi jalan/ pemberi kesempatan).
PENYEBAB, hal-hal yang menjadikan sesuatunya itu TERJADI; bersifat majemuk (beranekaragam), tergantung materi yang dihadapi.
LANTARAN, artinya perantara, yaitu hal-hal yang menjadikan sesuatunya itu TERWUJUD. Lantaran lebih mengarah pada SUBYEK HIDUP, dalam hal ini MANUSIA.
Keduanya (Penyebab dan Lantaran), berkaitan dengan NILAI-NILAI#KEHIDUPAN (bukan #HIDUP itu sendiri, yang tidak lain SANG PENCIPTA). Artinya masih dalam lingkup HUBUNGAN ANTAR MANUSIA, dalam bahasa ARAB (Habluminannaas).
Contoh kalimat:
KARENA ALLLAH SEMATA (LILLAHI TA'ALA)
TA'ALA, artinya semata/ hanya/ sawiji. Berkaitan dengan MATA/HANYA/WIJI, bahwasannya ALLAH (TUHAN SANG PENCIPTA), menjadi sumber PERTAMA DAN UTAMA.
SUMBER PERTAMA/UTAMA adalah SUMBER TUNGGAL, sehingga makna LI (LAM KASRAH I = LI), artinya #DARI, dalam bahasa Jawa#SANGKAN.
Adapun oleh karena SANG PENCIPTA, telah menciptakan HIDUP dalam KEHIDUPAN, berubahlah maknanya menjadi PENYEBAB dan LANTARAN, yang tidak lain berarti MELALUI, sebagai jalan GERAKNYA PROSES HIDUP DAN KEHIDUPAN itu sendiri.
Semua kembali pada diri kita. Kembali pada IMAN PERCAYA yang telah diri kita yakini. Dengan begitu suatu tulisan yang mungkin dapat menjadikan perpecahan, TIDAK LAGI MENJADI HAL yang menjadikan diri kita PECAH akan nilai-nilai PERSATUAN. Berbeda pendapat boleh, hal itu sesuai dengan apa yang diri kita DAPAT JUA.
Membangun "Jiwa merdeka - mahardika" yg terdimensi pda perilaku sikap mental spiritual dalam kesatuan mistery daya hidup badan rohani/jiwa maupun raga yg utuh dan sempurna yg mencakup; bio psiko-sosio-cultural-spiritual-religio = kebangkitan bumi nuswantara jaya mahe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar